BYD Cibubur Haka Bekasi — Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, mencatatkan pencapaian luar biasa pada Maret 2025 dengan penjualan mencapai 377.420 unit kendaraan energi baru (NEV) secara global. Angka ini meningkat sekitar 24,78% dibandingkan tahun sebelumnya, memperkuat posisi BYD sebagai pemimpin pasar mobil listrik dunia.
Di Indonesia, BYD bersama sub-brand premiumnya Denza berhasil menjual sekitar 3.400 unit kendaraan listrik dalam dua bulan pertama tahun 2025. Pencapaian ini menempatkan BYD sebagai salah satu merek mobil listrik dengan pertumbuhan tercepat di pasar otomotif nasional.
Ekspansi Pabrik BYD di Indonesia
Untuk mendukung peningkatan permintaan, BYD tengah membangun pabrik kendaraan listrik senilai $1 miliar di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini ditargetkan selesai pada akhir 2025 dan memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun. Kehadiran fasilitas ini akan memperkuat pasar domestik sekaligus mendukung ekspor.
Harga Mobil BYD di Indonesia
BYD menawarkan berbagai pilihan kendaraan listrik dengan harga kompetitif di Indonesia:
BYD Dolphin: mulai dari Rp369 jutaan
BYD M6: sekitar Rp383 juta – Rp433 jutaan
BYD Seal: mulai dari Rp635 juta – Rp726 jutaan
BYD Atto 3: sekitar Rp470 juta – Rp520 jutaan
Penjualan Global BYD Semakin Dominan
Secara global, BYD mencatat penjualan hampir 1 juta unit kendaraan penumpang selama periode Januari hingga Maret 2025. Dengan capaian ini, BYD kembali mengungguli Tesla dalam penjualan kendaraan listrik global pada kuartal pertama 2025.
Dengan strategi ekspansi yang agresif, pembangunan pabrik lokal, serta lini produk yang lengkap, BYD semakin menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemimpin industri kendaraan listrik, baik di Indonesia maupun di pasar global.

